Menu
Portal Berita Nusantara
banner 728x250

Himbauan MUI Kabupaten Cianjur Terkait Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1442 H

  • Bagikan
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Nussamedia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur menghimbau kepada masyarakat yang akan menyelenggarakan kegiatan di masjid, terutama untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha berjama’ah, panitia pelaksana kegiatan supaya berkoordinasi terlebih dahulu dengan gugus tugas Covid-19.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf mengatakan, Masyarakat diminta untuk  memperhatikan himbauan pemerintah di masa PPKM Mikro darurat Covid-19  dalam pelaksanaan kegiatan Keagamaan

“Edaran awal kaitan dengan masjid, tempat ibadah kan ditutup sementara selama PPKM Mikro Darurat tanggal 3-20 Juli 2021. Kemudian menimbulkan reaksi dari umat Islam termasuk MUI pusat dan ormas-ormas lain yang mengkritisi tentang ditutupnya tempat ibadah khususnya masjid, kemudian akhirnya surat edaran tersebut di revisi,” ujarnya

Dikatakan Abdul Rauf, dalam edaran berikutnya tanggal 9 Juli 2021,surat edaran nomor 19 yang semula Masjid ditutup tidak lagi berlaku dan masjid dibuka.

“Tapi di situ dibuka tapi tidak digunakan untuk berjamaah, kan artinya hanya sebatas dibuka saja . Tidak boleh untuk shalat berjamaah termasuk shalat Idul Adha juga kan shalat berjamaah,” katanya.

Beliau mengatakan, kemudian Surat Keputusan Menteri Agama nomor 17  bahkan menyebutkan  bahwasanya shalat Idul Adha ditiadakan dalam masa PPKM Mikro Darurat.

“Nah kemudian bagaimana sikap umat Islam berkaitan dengan masalah itu. Pada prinsipnya kalau melihat aturan harusnya ya memang tidak ada aktifitas kegiatan selama PPKM Darurat, termasuk Sholat Idul Adha di Masjid,” katanya.

“Tapi dalam teknisnya, dia memaparkan, MUI Cianjur mengeluarkan juga surat edaran itu, pertama kaitan dengan masalah di masjid yang menjadi acuannya adalah tausiyah MUI Pusat.

“Dalam tausiyah itu ada fatwa MUI tentang shalat berjamaah, atau ibadah di tengah pandemi, ada shalat berjamaah, shalat Jumat dan shalat Idul Adha.

“Ada ketentuan fatwanya. Intinya dapat kesimpulan dari fatwa itu bahwa sepanjang daerahnya masih aman tidak menimbulkan masalah, tidak menimbulkan kerumunan, masuk pada zona yang aman, bukan zona merah, yang terpenting selalu gunakan protokol kesehatan,” tuturnya.

“Akan tetapi dengan adanya larangan ini MUI mengimbau kepada masyarakat yang  akan menyelenggarakan kegiatan di masjid, khususnya shalat Idul Adha supaya dikordinasikan dengan gugus tugas Copid 19 setempat.

Untuk saat ini Cianjur masuk zona orange menurut penilaian pusat. Nah, sementara saya setiap hari Senin dengan Forkopimda mengevaluasi kondisi atau perkembangan Covid-19 di Cianjur,” katanya.

Dari hasil evaluasi tersebut Cianjur sebetulnya 90 persen itu zona hijau. Jadi ada daerah daerah yang sama sekali tidak ada masalah. “Artinya kalau tidak ada masalah secara hukum kenapa mesti dilarang. Nah karena ada larangan inilah makannya dikonsultasikan,” lanjutnya

Beliau mengungkapkan mengungkapkan, saat ini Cianjur turun lagi zonanya dari orange ke kuning. “Dengan kuning kan lebih aman lagi, paling tidak 95 persen kalau bicara kuning Cianjur itu zona hijau,” ucapnya.

Terkait salat Idul Adha, dia menjelaskan bahwa MUI sudah mengeluarkan surat edaran ke masyarakat melalui MUI kecamatan supaya dikordinasikan dengan gugus tugas Copid 19

KH Abdul Rauf juga mengungkapkan bahwa MUI Kabupaten Cianjur tidak ingin Shalat Idul Adha dilarang., karena Cianjur zona kuning. pungkasnya

General Banner
https://www.getrich06.com/index/user/signUp/invite_code/62XGPU.html
  • Bagikan
Cloud Hosting Indonesia